AVI Bersama Yatim Palestina untuk Masa Depan Cerah

Bagikan Ke :

Link disalin

Di Jalur Gaza, banyak anak Palestina yang menjadi yatim dan atau piatu karena cukup tingginya frekuensi serangan penjajah, yang disebabkan meninggalnya para orang tua. Lantas, bagaimana anak-anak itu menjalani hidup setelahnya, terlebih di wilayah yang orang bilang tak layak huni? 

Apa yang Terjadi pada Mereka setelah Orang Tua Tiada?
 

Terdapat lebih dari tiga serangan dalam kurun waktu 10 tahun, yang dilakukan penjajah Israel ke wilayah Jalur Gaza. Artinya, sejumlah anak telah hidup dengan menghadapi serangan-serangan tersebut, seperti; Operation Cast Lead (Serangan Israel 2008-2009), Operation Pillar of Defense (Operasi Pilar Pertahanan) 2012, Operation Protective Edge (Serangan Israel 2014), dan yang terbaru adalah agresi 11 hari Israel di bulan Ramadhan 1442 H lalu. 

Dari serangan-serangan semacam itu, timbul dampak krusial yakni anak-anak yang berganti status menjadi yatim piatu. Berdasarkan hukum syariah, adopsi sendiri hanya diizinkan di bawah situasi tertentu - yang mensyaratkan si anak tidak kehilangan nama keluarganya.

Kebanyakan anak yang sudah yatim piatu lantas pergi ke keluarga besar masing-masing, apabila mereka cukup beruntung – mereka bisa dirawat oleh anggota keluarga yang cukup usia dan mau merawat “anak lainnya”.

Akan tetapi, apabila tidak memiliki keluarga besar, atau anggota keluarga yang bersedia bertanggung jawab untuknya, anak tersebut akan dibawa ke satu-satunya tempat perlindungan di Gaza untuk anak-anak yatim piatu; Panti Asuhan Al-Amal.

Solusi yang Diberikan Belumlah Cukup

Memiliki keluarga besar yang sangat mendukung – bibi, sepupu, kakek, dan nenek – merupakan bagian penting dari pemulihan psikologis, setelah mengalami trauma berkelanjutan akibat serangan Israel.

Bagaimanapun, menurut laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hadirnya keluarga tidaklah cukup. PBB menaksir bahwa 373 ribu anak memerlukan dukungan psikososial secara langsung dan khusus, sementara kurang lebih 900 ribu anak telah terdampaki akibat serangan dan memerlukan dukungan psikososial pada tahap tertentu.

Salah satu bentuk bantuan yang AVI ikhtiarkan untuk membersamai mereka adalah dengan santunan saudara Yatim Palestina, termasuk mereka yang tinggal dengan keterbatasan di Jalur Gaza. Banyak dari mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, termasuk pendidikan mereka.

Untuk itu, AVI mengajakmu membantu saudara Yatim ini dalam meraih cita-cita dan merajut masa depan terbaik mereka, di antaranya adalah dengan menjadi penghapal AlQuran.

Yuk, salurkan bantuan terbaikmu untuk membantu saudara Yatim Palestina bersama AVI!

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat AVI dengan cara transfer ke Bank Syariah Indonesia 722 222 3347
Atas Nama Alquds Volunteer Indonesia 
Konfirmasi: 0812 2013 2017