Akankah Presiden Abbas Mencalonkan Kembali Dalam Pemilihan Umum Mendatang

Bagikan Ke :

Link disalin

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menandatangani keputusan pemilihan yang akan dijadwalkan pada tahun ini. Namun, ia belum mengumumkan apakah berniat mencalonkan diri kembali sebagai presiden.

Dalam 10 tahun terakhir, Presiden Abbas mengatakan setidaknya dalam tiga kesempatan bahwa ketika pemilihan berlangsung dia tidak akan mencalonkan diri. Tetapi, salah satu tokoh Fatah, yakni Jibril Rajoub telah berulang kali menyatakan bahwa Abbas adalah satu-satunya calon presiden dari partai tersebut.

Jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini pada bulan Desember menunjukkan bahwa Abbas akan kalah dalam pertarungan head-to-head melawan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Di bawah pemahaman pembagian kekuasaan saat ini yakni, antara Fatah dan Hamas, gerakan Islam telah setuju untuk tidak menantang calon Fatah tersebut.

mahmoud abbas

Penasihat senior presiden mengatakan kepada Media Arab News bahwa "terlalu dini untuk membicarakan pemilihan presiden, yang dijadwalkan pada 31 Juli itu, karena semua perhatian sekarang tertuju pada memastikan pemilihan legislatif berlangsung pada 22 Mei. Dan pemerintahan baru yang akan dibentuk untuk mewakili semua wilayah Palestina yang kini diduduki Israel semenjak 1967. 

Najeeb Qadoumi, seorang anggota Dewan Nasional Palestina, juga mengatakan kepada Arab News bahwa prestasi pemimpin Palestina itu tidak bisa diremehkan. Abbas telah membujuk 138 negara di sidang umum PBB untuk mengakui Palestina. Dan juga menambahkan bagwa "Abbas menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia.”

Qadoumi menyoroti kebijakan boikot yang dilakukan Abbas terhadap pemerintahan Trump setelah pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan mengumumkan visinya untuk perdamaian, termasuk juga aneksasi sepertiga Tepi Barat. 

mahmoud abbas

Namun, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan timnya, kini telah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk membalikkan banyak keputusan Trump yang memengaruhi warga Palestina. Pemerintahan AS yang baru juga dengan tegas menyatakan dukungannya untuk solusi dua negara, dan telah melanjutkan dialog dengan Palestina.

Sementara itu, banyak di Komite Sentral Fatah mendukung Abbas sebagai pemimpin. Tapi, masih belum jelas apakah dia akan memutuskan untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden. Para pengikutnya dalam beberapa pekan terakhir telah melihat peningkatan retorika nasionalistik darinya, terutama dalam pernyataan yang diungkapkan secara terbuka. Yang mendorong warga Palestina di Lembah Yordania untuk menolak kebijakan Israel dan upaya perluasan pemukiman.

Marwan Barghouti Juga diperkirakan Akan Mencalonkan Diri

marwan burghoutti

Namun, belum diketahui, apakah pernyataan sebelumnya bahwa dia tidak akan mencalonkan diri adalah nyata atau sebaliknya. Jika dia memutuskan untuk kembali mencalonkan diri, dia akan memiliki tantangan yang signifikan, yakni tentang berita yang diumumkan secara terbuka dari pemimpin Fatah dipenjara, Marwan Barghouti yang berniat untuk mencalonkan diri sebagai presiden dari balik Penjara.  Di mana dia telah ditahan selama hampir 20 tahun.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa jika Barghouti mencalonkan diri, dia diperkirakan bisa menerima 62% suara masyarakat Palestina. Sekutunya Hatem Abdel Qader, yang seorang pemimpin Fatah di Yerusalem, mengatakan Barghouti tidak memiliki rencana untuk mencalonkan diri sebagai dewan legislatif dan hanya akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Anggota Komite Sentral Fatah, Hussein Sheikh telah mengunjungi Barghouti di penjara pada 11 Februari dan menawarinya posisi teratas dalam daftar kandidat Fatah.

Jika itu terjadi, Barghouti dapat dimasukkan sebagai kandidat presiden atau wakil presiden, yang dapat membantu meningkatkan peluangnya untuk dibebaskan dari penjara.

Source :  Arabnews.com