Dibawah musim dingin dan Pandemic Israel terus merobohkan tenda milik Pengungsi Palestina

Bagikan Ke :

Link disalin

Yerussalem, Rabu, 17 Februari 2021 Kemarin, Administrasi Sipil Israel (ICA), mengatakan jika pemerintah militer telah menyita lima tenda yang digunakan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat Badui Humsa al-Bqaia, di Lembah Yordan utara. Penyitaan Tersebut dilakukan ketika cuaca buruk dan pandemi korona. Hal tersebut tentu menambah krisis yang dihadapi masyarakat Palestina.

Selama minggu pertama bulan Februari, sebanyak 62 bangunan telah dihancurkan dalam tiga insiden. Yang menyebabkan 60 orang, termasuk 35 anak-anak harus mengungsi dan membuat mereka dalam risiko untuk dipindahkan secara paksa.

Kerentanan komunitas diperparah oleh kondisi musim dingin yang parah yang diperkirakan dan oleh pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, kata OCHA dalam laporan terbaru tentang komunitas Palestina yang menderita.

Kebutuhan utama Humsa al-Bqaia adalah untuk perlindungan yang layak dan tempat untuk melindungi ternak mereka. Karena kehadiran militer yang besar dan ketakutan akan penyitaan, membuat lembaga bantuan lain memilih untuk memberikan bantuan di komunitas terdekat.

Di wilayah Palestina yang diambil alih dan sejak awal 2021, otoritas Israel telah menghancurkan, menyita, dan memaksa masyarakat untuk menghancurkan setidaknya 197 bangunan milik mereka, termasuk 77 bangunan yang berasal dari bantuan lembaga. Akibatnya, lebih dari 280 orang harus mengungsi, termasuk sekitar 150 anak-anak. 

Organisasi PBB, yakni United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), mengatakan bahwa tim bantuan kemanusiaannya terus mengkaji kebutuhan pengungsi Palestina. Namun, ia menambahkan, untuk mencegah penyitaan dan membuat masyarakat pada risiko yang lebih besar, dukungan dari lembaga internasional penting untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.