Forum Muslim Eropa Puji Penyelidikan ICC atas Kejahatan Negara Zionis

Bagikan Ke :

Link disalin

Para pemimpin Muslim di Eropa pada hari Senin (24/05) menyambut baik penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatan negara Zionis terhadap rakyat Palestina yang diluncurkan awal tahun ini di bulan Maret, Anadolu Agency melaporkan.

"Forum Muslim Eropa [EMF] menyambut baik penyelidikan yang diluncurkan oleh Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag pada musim semi 2021 mengenai dugaan kejahatan negara Zionis di wilayah Palestina," kata forum tersebut dalam sebuah pernyataan.

Forum itu meminta komunitas internasional untuk mengakhiri "berbagai aksi kejam Zionis sebelum konsekuensinya menjadi tidak dapat diubah lagi."

"Saat ini, berharap tetap berkuasa dengan segala cara, Perdana Menteri negara Zionis Benjamin Netanyahu menjerumuskan negaranya ke dalam bencana, menumpahkan darah di atas tanah Palestina dan negara Zionis," tambahnya.

Mewakili "kehendak Muslim" di lebih dari 36 negara Uni Eropa, EMF mengatakan forumnya "tidak berniat membiarkan algojo ini lolos begitu saja dan tidak akan menjauh dari apa yang saat ini sedang terjadi."

"EMF meyakini bahwa Netanyahu harus dimintai pertanggungjawaban secara pribadi atas perlakuan tidak manusiawi terhadap rakyat Palestina, pelanggaran terhadap kedaulatan Palestina dan penodaan terhadap tempat-tempat suci Islam," katanya.

Ketegangan terus meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak bulan lalu terkait keputusan pengadilan negara Zionis untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di perkampungan Sheikh Jarrah di kota Al-Quds untuk memberikan keuntungan kepada kelompok-kelompok pemukim Zionis. Situasi ini menjadi memanas setelah pasukan negara Zionis menggerebek Masjid Al-Aqsa dan menyerang jamaah di dalamnya.

Ketegangan menyebar ke Jalur Gaza, dimana negara Zionis melancarkan hujan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, serta melukai lebih dari 1.900 lainnya. Dinas kesehatan di Tepi Barat mengkonfirmasi bahwa 31 orang juga tewas di wilayah jajahan, sehingga keseluruhan gugur 279 orang di seluruh wilayah Palestina.

Dua belas orang Zionis juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza. Pertempuran, yang paling sengit dalam beberapa tahun, dihentikan pada hari Jumat di bawah gencatan senjata yang ditengahi Mesir.

EMF mengatakan tindakan Netanyahu negara Zionis telah menyebabkan "perpecahan antara warga Arab dan Yahudi, Yahudi dan Muslim, Palestina dan negara Zionis."

"Jalan petualangan Netanyahu membawa negara Zionis ke dalam  isolasi kebijakan luar negeri dan keruntuhan," katanya.

"Titah-titah tidak manusiawi dan pernyataan kebencian dari perdana menteri negara Zionis harus mendapatkan evaluasi yang paling serius dan ketat dari sudut pandang hukum humaniter internasional," tambahnya, mendesak agar dia tidak dibiarkan "melarikan diri dari hukuman."

"Dengan ini EMF menyerukan berbagai kekuatan konstruktif  kalangan para korban Palestina dari kebijakan kabinet Netanyahu dan kalangan organisasi Yahudi yang tidak setuju dengan tindakannya - serta organisasi hak asasi manusia di Eropa dan Amerika untuk bekerja sama menuntut pertanggungjawaban Netanyahu sepenuhnya di mata hukum dan mencegah tergelincirnya Timur Tengah masuk ke dalam konflik dimana tiap orang melawan semua orang, "tambahnya.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh presiden EMF Abdul-Vakhed Niyazov dan anggota Dewan EMF Iqbal Sacranie, Abdul-Wahid Pedersen dan Romas Jakubauskas, serta anggota Dewan EMF Nazir Ahmed.