Ini isi Surat Haniyeh untuk Jokowi

Bagikan Ke :

Link disalin

Kepada:

Yang Terhormat Presiden, Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

 

Semoga Allah memberikan kedamaian, rahmat dan keberkahan pada Anda ...

Ini merupakan kehormatan bagi kami sebagai Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Palestina untuk mengirimkan salam tulus dan apresiasi tertinggi, di hari-hari yang penuh berkah pada akhir Ramadhan, menyambut datangnya Idul Fitri yang diberkahi, berdo’a memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk memberikan keberkahan kepada anda, Indonesia dan semua rakyatnya, dan seluruh bangsa Islam. Hanya Dialah Yang Maha Mendengar dan merespon semua permohonan do’a do’a kami.

Anda mungkin telah mengikuti semua berita yang terjadi di kota Yerussalem, tentang penduduknya dan lingkungannya yang menjadi sasaran, eskalasi yudisial secara terus menerus, pembangunan pemukiman kolonial, pemindahan secara paksa, apartheid, dan serangan oleh para pemukim di Bab Al’Amud dan sekitaran Syeikh Jarrah.

Anda juga telah melihat bagaimana Masjid Al Aqsa yang diberkahi dan alun-alunnya, serta pria dan wanita yang gagah berani membela Al aqsa terkena penyerbuan, penodaan, penindasan dan kebrutalan, belum lagi penutupan masjid dan pelarangan akses jamaah Muslim ke sana untuk melakukan sholat dan beribadah lainnya.

Dengan adanya praktik tersebut, para pemimpin pendudukan berusaha keras untuk melegitimasi aktivitas permukiman, menggusur dan mengambil alih rumah dan properti, memaksakan pembagian spasial dan temporal dari Masjid Al-Aqsa yang diberkahi dan mengubah status quo, dalam agresi dan metode kejahatan baru yang melewati batas dan memprovokasi perasaan Umat Islam. Kejahatan ini menargetkan kota Yerusalem yang diduduki dalam sejarah Islamnya, dan orang-orang Yerusalem serta kehidupan mereka, mata pencaharian, eksistensi/keberadaan dan masa depan mereka di tanah mereka, hak yang sah, dan itu kemudian secara langsung menargetkan Masjid Al-Aqsa yang diberkati serta mereka yang menjalankan Ribat di dalamnya.

Kami, gerakan Hamas, dalam menghadapi agresi dan kriminalitas yang dilakukan oleh pendudukan Israel di bulan suci ini, serta mengenai situasi yang memburuk dan berbahaya di kota Yerusalem yang telah diduduki dan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, kami peringatkan bahaya dan akibatnya, menyerukan kepada Anda untuk segera mengambil tindakan dan sikap tegas terhadap agresi dan kejahatan ini, dan bekerja sama untuk memobilisasi posisi politik dan diplomatik di tingkat Arab, Islam dan Internasional, untuk mencegah para pendudukan dalam melanjutkan kebiadabannya, agresi terhadap rakyat Palestina, tanah suci kota Yerusalem yang diduduki, dan pada intinya, Masjid Al-Aqsa yang diberkahi.

Dunia telah menyaksikan upaya pendudukan yang terus menerus dan semakin meningkat di kota Yerussalem yang diduduki untuk menggusur 28 keluarga yang tinggal di lingkungan Syeikh Jarrah. Mereka telah melihat agresi keji Israel terhadap orang-orang di lingkungan Bab Al’amud, dan serangan kriminal dan provokatifnya ke tempat suci Masjid Al Aqsa yang diberkahi serta serangan terhadap orang-orang di dalamnya. Tindakan ini merupakan kejahatan dan eskalasi berbahaya yang tidak boleh ditoleransi atau ditutup-tutupi tanpa adanya reaksi keras yang akan menghalangi pendudukan dan para pemimpinnya untuk melanjutkan teror mereka terhadap Yerussalem, Al Aqsa dan rakyat Palestina kami.

Di sini kami merujuk terutama pada rencana yang akan dilakukan oleh kawanan pemukim dalam apa yang mereka sebut "penyerbuan besar" terhadap Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, pada tanggal 28 Ramadhan, yang diorganisir oleh kelompok-kelompok pemukiman kerabian yang ekstrim, dan didukung dan dijaga oleh tentara pendudukan. Kami menulis surat ini kepada Yang Mulia terhormat pada hari-hari penuh berkah di bulan suci Ramadhan ini, bulan solidaritas, kerja sama dan kemenangan, dan kami semua berharap dan percaya bahwa Umat Islam akan menjadi seperti satu struktur konkret untuk berdiri bersama kota suci Yerusalem, bersama dengan rakyat Palestina di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, untuk mengusir agresi dan kriminalitas pendudukan Israel, untuk mencegah melanjutkan terornya, untuk mengekang kawanan pemukimnya, dan untuk mendukung ketabahan orang-orang Yerusalem dan orang-orang Ribat yang ditempatkan di Masjid Al-Aqsa untuk menjaganya.

Orang-orang Palestina kami di Yerusalem yang diduduki, yang menunjukkan ketabahan dan kesabaran selama lebih dari 50 tahun, dalam mempertahankan tanah suci atas nama seluruh Umat Islam, tidak akan menyerah pada jalan ini dan akan terus melawan sampai pembebasan dan pengembalian dan pendirian negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

 

Terimalah penghargaan dari kami yang setinggi-tingginya

Ismail Haniyeh

Kepala Hamas - Palestina