Masyarakat Palestina Optimis untuk Mengakihiri Perpecahan Internal Selama Empat Belas Tahun

Bagikan Ke :

Link disalin

Rabu, 3 Maret 2021 - Menteri Luar Negeri, Riyad Malki mengatakan Palestina lebih optimis dari sebelumnya untuk mengakhiri 14 tahun perpecahan internal melalui pemilihan umum.

Dalam pidatonya di pertemuan para Menteri Luar Negeri Arab di sidang ke-155 yang diadakan di Markas Arab League di Kairo. Malki menegaskan penolakannya terhadap campur tangan politik atau pendanaan dalam pemilihan yang akan datang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dia berharap semua pihak akan mendukung Palestina demi pemilu yang demokratis dan transparan yang mencerminkan keinginan masyarakat Palestina.

Dia memperingatkan upaya Israel untuk menghalangi pemilihan, terutama di kota Yerusalem. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Mesir karena mensponsori pertemuan para petinggi Palestina yang baru-baru ini dilaksanakan.

"Kekuatan Israel terus melakukan lebih banyak kejahatan setiap harinya dan pelanggaran terhadap orang-orang kami yang tidak berdaya, tanpa khawatir tentang kewajibannya yang diatur dalam hukum internasional, resolusi PBB atau bahkan perjanjian bilateral yang ditandatangani," ungkap Riyad Malki.  

“Ia menambahkan bahwa Israel mengumumkan pembangunan lebih banyak untuk unit permukiman sebagai tanggapan atas pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS. Karena menuntut Israel, menghentikan kegiatan permukiman dan tindakan sepihak yang merusak solusi dua negara.

palestina optimis

Malki mengungkapkan optimismenya dengan diselenggarakannya konferensi perdamaian internasional yang diserukan oleh Presiden Mahmoud Abbas, terutama setelah mendengarkan banyak komentar dari negara-negara anggota Dewan Keamanan.

"Kami masih menunggu langkah korektif dari pemerintahan Biden terkait masalah Palestina, dan pembatalan langkah-langkah ilegal yang telah diambil oleh pemerintahan Trump sebelumnya," kata Menteri Luar Negeri, Riyad Malki.