Palestina Meminta ICC Untuk Bersikap Tegas Terhadap Tindakan Israel Di Sheikh Jarrah

Bagikan Ke :

Link disalin

Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Riyad Al-Maliki, mengirim surat kepada Ketua Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Fatou Bensouda terkait tindakan Israel terhadap rakyat Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem.

Malki meminta ICC untuk mengambil sikap yang jelas terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah.

Kementerian mengecam keputusan Dewan Tertinggi Israel atas kasus Sheikh Jarrah sebagai keputusan yang tidak dapat diterima yang sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional, terutama karena memberikan pemukim hak atas klaim mereka yang didasarkan pada alasan palsu dan dokumen palsu.

Ditekankan bahwa keputusan tersebut merupakan pelanggaran serius yang menyamakan antara algojo dan korban, ia mengungkapkan sejauh mana keterlibatan pengadilan dalam melegitimasi dan menutupi pelanggaran dan kejahatan Israel dalam pencurian tanah dan konspirasi publiknya. melawan rakyat Palestina, khususnya di kota Yerusalem.

Puluhan warga Palestina dihadapi penggusuran dalam waktu dekat dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem, Israel memaksa warga Palestina keluar dan menggantikannya sepenuhnya dengan pemukiman Israel.

Pengadilan Distrik Yerusalem memutuskan setidaknya enam keluarga harus mengosongkan rumah mereka di Sheikh Jarrah pada hari Minggu, meskipun tinggal di sana selama beberapa generasi. 

Namun, Pengadilan Israel hari Minggu (02/05) memberi waktu kepada warga Palestina hingga Kamis untuk mencapai kesepakatan dengan pemukim Israel mengenai kepemilikan rumah mereka.

Kesepakatan yang diajukan oleh pengadilan mengharuskan keluarga Palestina untuk membayar para pemukim Israel untuk menyewa rumah mereka sampai pemilik saat ini meninggal dunia dan kemudian menyerahkan properti tersebut kepada para pemukim, bukan kepada ahli waris mereka.

Israel telah merencanakan 200 unit rumah di 18 dunum. Secara total 58 orang, termasuk 17 anak-anak, akan dipindahkan secara paksa untuk memberi jalan bagi pemukim Israel.

Pada tahun 1972, beberapa organisasi pemukim Israel mengajukan gugatan terhadap keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, dan menuduh tanah tersebut awalnya milik orang Yahudi.

Source: Qudsnen.co