Penangkapan Jurnalis Palestina Abu Arafa Lanjutkan Kebijakan Memblokir keadaan Palestina ke Mata Dunia Kata ICSPR

Bagikan Ke :

Link disalin

Komisi Internasional untuk Mendukung Hak-Hak Palestina (ICSPR) mengecam penangkapan jurnalis Palestina Amer Abu Arafa oleh pasukan pendudukan Israel, setelah menggerebek rumahnya di Deir Samet, selatan Hebron, pada Selasa dini hari (19/07/2022).

Dr. Salah Abdel-Aty, ketua Komisi, mengatakan bahwa tindakan sehari-hari pendudukan terhadap wartawan adalah penindasan terhadap semua jenis kebebasan dan serangan mencolok terhadap pers di Palestina.

Abdel-Aty menambahkan bahwa penangkapan Abu Arafa bukanlah penargetan pertama jurnalis dalam sejarah pendudukan, melainkan perpanjangan dari serangkaian kejahatan Israel yang berkelanjutan, seperti Shireen Abu Akleh, Yasser Murtaja, Ahmed Abu Hussein, dan Amer Amarneh, yang kehilangan matanya. Penargetan pendudukan terlah berlangsung bertahun-tahun.

Dia menunjukkan bahwa jumlah wartawan yang dipenjara di penjara pendudukan telah meningkat menjadi 17, mencatat bahwa semua ini datang dalam upaya pendudukan untuk membungkam suara, mengaburkan kebenaran dan mencegah kebebasan suara dan kata yang wartawan sampaikan kepada dunia.

Ketua komisi menyerukan perlunya intervensi internasional untuk memastikan perlindungan jurnalis sesuai dengan aturan hukum humaniter internasional, untuk mendesak pembebasan tahanan, dan untuk meminta pertanggungjawaban pendudukan atas kejahatan terhadap warga sipil pada umumnya dan wartawan pada khususnya.