Puluhan Keluarga Palestina Di Sheikh Jarrah Terancam Digusur Israel

Bagikan Ke :

Link disalin

Beberapa pendukung Palestina menyerukan untuk menyelamatkan keluarga di lingkungan Sheikh Jarrah, karena rumah-rumah mereka akan dilakukan penggusuran paksa oleh Israel.

Para aktivis telah meluncurkan kampanye online, menyerukan kepada komunitas internasional untuk campur tangan dan menyelamatkan keluarga dari penggusuran, dengan meramaikan hashtag di twitter #SaveSheikhJarrah, pada hari minggu (02/05) pukul 3 sore, waktu Yerusalem.

Lusinan warga Palestina menghadapi penggusuran dalam waktu dekat dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem, mereka dipaksa keluar dari dan digantikan dengan pemukiman illegal Israel.

Pengadilan Distrik Yerusalem memutuskan setidaknya enam keluarga harus mengosongkan rumah mereka di Sheikh Jarrah pada hari Minggu (02/05).

Meskipun mereka telah tinggal di sana selama beberapa generasi, namun mereka dipaksa untuk memberi jalan bagi pemukiman baru Israel yang dikenal sebagai Shimon HaTsadiq.

Pada bulan Februari, Pengadilan Distrik Israel di Yerusalem menolak banding oleh empat keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah terhadap penggusuran mereka. 

Pengadilan menguatkan perintah penggusuran, dan memberi empat keluarga waktu hingga 2 Mei untuk melaksanakan keputusan penggusuran.

Pengadilan yang sama memutuskan tujuh keluarga lain harus meninggalkan rumah mereka pada 1 Agustus. rencana untuk pemukiman, yang terdiri dari 200 unit rumah di 18 dunum, telah diserahkan ke pemerintah kota Israel di Yerusalem.

Secara total sekitar 58 orang, termasuk 17 anak-anak, akan dipindahkan secara paksa untuk ditempati oleh pemukim Israel.

Pada tahun 1972, beberapa organisasi pemukim Israel mengajukan gugatan terhadap keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, dan menuduh tanah tersebut awalnya milik orang Yahudi.

Kelompok-kelompok ini, yang sebagian besar didanai oleh Amerika Serikat, telah melakukan pertempuran tanpa henti yang mengakibatkan 43 warga Palestina terlantar pada tahun 2002, serta keluarga Hanoun dan Ghawi pada tahun 2008 dan keluarga Shamasneh pada tahun 2017.

Source: Qudsnen.co