Raad Khazem Sang Ahli Komputer Pahlawan Palestina yang Membuat Israel Ketakutan pada Perlawanan di Tel Aviv

Bagikan Ke :

Link disalin

Dari Pemukiman Jenin, sang pejuang Palestina datang mengibarkan panji-panji kejayaan dan kehormatan di tanah Palestina yang terjajah, dia berhasil menyerang musuh (zionis Israel) di Medan tempur, perlawanan terus berlanjut dan berturut-turut, Hingga melampaui benteng pertahanan Israel, padahal mereka dilengkapi persejataan yang kuat dan lengkap.

Sang Pejuang Raad Fathi Khazem (29 tahun), dari kamp pengungsi Jenin, adalah pelaku operasi heroik Tel Aviv yang menewaskan para pemukim Israel dan melukai 14 lainnya, 4 di antaranya dalam kondisi kritis.

Raad mati  syahid setelah menunaikan salat subuh hari ini, Jumat pertama Ramadhan, di sebuah masjid di kota Yaffa yang terjajah, beberapa jam setelah ia melakukan perlawanan dan penyerangan di "Dizengoff" Tel Aviv (ibu kota Israel).

Kemenangan dan Kemerdekaan

Menurut Tawanan yang dibebaskan, Fathi Khazem, ayah dari Raad yang syahid, mengatakan bahwa putranya merupakan orang Sholeh, memiliki karakter yang baik, toleran, rajin ibadah, puasa, dan taat kepada kedua orangtuanya.

Dia juga menjelaskan bahwa Raad adalah seorang spesialis di bidang komputer, teknologi dan informasi, dan memiliki kecerdasan yang tinggi dan kepribadian yang baik, penyayang dan ramah kepada orang lain.

Keluarganya  telah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu dalam acara buka puasa bersama keluarga, dan hari ini  dia mati syahid di bunuh oleh zionis Israel dalam keadaaan berpuasa, setelah sholat subuh ketika dia pulang dari masjid di Yaffa.

Sang Ayah mengatakan "pemuda kita saat ini mencari kemerdekaan, dengan berdoa dan bersujud di Masjid Al-Aqsha tanpa rasa takut, mereka mengharap kemenangan dan kemerdekaan dengan cara yang mulia, bukan dengan cara yang hina."

Dia mengungkapkan keyakinannya dalam kemenangan dan pembebasan, dan menyatakan bahwa para pejuang kota Jenin adalah benteng pertahanan utama dalam melawan penjajah.

Pesan dari Pejuang Jenin

Assyahid (gelar untuk yg mati syahid, gugur dalam tempur) Raad, merupakan keponakan dari Assyahid 'Al-Saadi' dan 'Muhammad Al-Saadi', yang keduanya berasal dari Lebanon.  Mereka merupakan pejuang dalam bentrokan bersenjata dengan pasukan khusus Israel dalam intifada pertama.

Pamannya Mahmoud al-Saadi mengatakan bahwa keponakannya Raad gugur mati syahid pada peringatan 20 tahun pertempuran kamp Jenin, dan  peringatan peristiwa penyergapan kamp jenin yang menewaskan 13 tentara.

Al-Saadi juga mengatakan: "Kami kembali untuk berperang dan kami tidak akan menyerah sampai Al-Aqsa dibebaskan dan penjajahan dimusnahkan".

Dia menekankan bahwa Raad berpesan kepada semuanya, bahwa kemarahan kita hanya untuk musuh saja, dan tidaklah senjata kita ini dilepaskan kecuali kepada  para penjajah yang menggusur dan mengusir orang-orang Palestina dari tanah mereka.

Al-Saadi menjelaskan bahwa kamp Jenin akan berperang dan akan tetap menjadi duri di tenggorokan para penjajah,  kami akan melawan, tumbuh dengan bermartabat, akan menyakiti musuh ini,  karena mereka telah menyakiti kami, karena kamp Jenin merupakan kamp yang kuat , yang menjunjung tinggi  kejujuran ​​dan perjuangan, yang tidak akan menembakkan peluru ke udara semata.

Setelah identitas syahid diumumkan, para pejuang Jenin pagi ini menyaksikan demonstrasi besar-besaran di depan rumah keluarga Assyahid Raad Khazem.

Para pemuda menyuarakan sikapnya bahwa mati syahid adalah aspirasi tertinggi pemuda Palestina.

Sumber : https://palinfo.com/305557

#AlqudsVolunteerIndonesia#
Salurkan Donasi Anda Melalui :
Bank Syariah Indonesia
 722 222 3347 
(Ex. BSM kode Bank 451)
Atas Nama: Yayasan Alquds Volunteer Indonesia
Konfirmasi call/WA 08111 59 2019
-------------------------------
Web AVI.or.id 
Email [email protected]
FB/IG/twitter alquds_volunteer