Serangan Militer Israel Terhadap Gaza Meningkat Korban Meninggal Jadi Dua Puluh Lima Orang Tujuh diantaranya Anak Anak

Bagikan Ke :

Link disalin

Korban tewas dari serangan mendadak pendudukan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 25 warga Palestina di mana setidaknya 203 lainnya terluka termasuk anak-anak.

Gelombang serangan udara Israel di daerah kantong pantai telah menewaskan 25 orang, termasuk seorang gadis berusia 5 tahun, seorang wanita berusia 23 tahun dan seorang komandan kelompok bersenjata Palestin dan 203 warga Palestina telah terluka.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa tidak ada area atau fasilitas yang dikecualikan dari Serangan Israel karena jet tempur Israel terus menargetkan area perumahan dan kendaraan sipil.

Militer pendudukan Israel melancarkan serangan mendadak di Jalur Gaza pada Jumat siang dengan mengebom sebuah bangunan perumahan 13 lantai di Gaza tengah. Serangan itu menewaskan Tayseer Mahmoud al-Jabari, 50, seorang komandan salah satu faksi perlawanan Palestina, dan Salama Mohareb Abed, 39. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada menara dan rumah-rumah di sekitarnya.

Secara bersamaan, pesawat tempur Israel menargetkan sekelompok orang di lingkungan al-Shujaiya di timur Kota Gaza dengan rudal, menewaskan Imad Abdelrahman Shallah, 50, Youssef Salman Qaddoum, 24, dan anak Alaa Abdullah Qaddoum, 5. Mereka juga menargetkan sebuah pos pengamatan. , membunuh Ahmed Mazen Azzam, 25.

Di Distrik Gaza Utara, pesawat-pesawat tempur Israel menembakkan satu rudal ke sebuah pos pengamatan di timur Jabaliya, yang mengakibatkan kematian Mohammed Ahmed al-Madhoun, 25 tahun.

Di Khan Younis, pada hari Jumat (05/08/2022) pukul 16:30, artileri Israel menyerang lahan pertanian dan rumah desa di al-Fokhari dengan beberapa peluru. Salah satu peluru menghantam rumah Adnan Atia al-Omour, dan membunuh Daniana Adnana al-Omour (22).

Pada 16:30, pesawat-pesawat tempur Israel juga menyerang situs militer faksi perlawanan Palestina dengan beberapa rudal, menewaskan Fadel Mustafa Zorob (29) dan Mohammed Hassan al-Bayouk (35). Sebuah serangan udara Israel telah menargetkan dan menghancurkan sebuah rumah keluarga di sebelah barat Kota Gaza.

Nadia Shamallakh, 65, mengatakan bahwa keluarganya yang terdiri dari 10 orang sedang sarapan ketika tetangga mereka berlari untuk menyuruh mereka mengungsi.“Tidak lama setelah kami pergi, rumah dan tanaman kami hancur. Saya dan tiga anak saya harus pergi ke rumah sakit,” katanya.“Kami adalah petani. Tidak ada pejuang di daerah itu.” Tambahnya.

Sebuah serangan udara Israel menghantam sebuah kendaraan sipil di kota utara Beit Hanoun di Jalur Gaza, melukai beberapa orang dan membunuh seorang wanita tua yang baru saja merayakan pernikahan putranya.

Naameh Abu Qaida berada di dalam mobil bersama keluarganya setelah menjemput pengantin wanita dari pesta pernikahan. Keluarga itu sedang dalam perjalanan ke rumah pengantin pria. Serangan Israel di kota utara Jabalia telah menewaskan lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, menurut laporan berita lokal.

Serangan Israel di Jalur Gaza terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Tentara pendudukan mengatakan sedang mempersiapkan “minggu operasi” terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.