Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan yang Tinggi di Gaza akibat Pengepungan Israel

Bagikan Ke :

Link disalin

Laporan: Kondisi Krisis / bencana bagi pekerja Gaza dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi akibat pengepungan Israel

Gaza - “Al-Quds Al-Arabi”: Serikat Pekerja Jalur Gaza menuntut untuk mempercepat proses rekonstruksi, membuka perlintasan dan mencabut pengepungan, mengingat langkah tersebut merupakan “secercah harapan” untuk mempekerjakan puluhan ribu orang pekerja dan mengeluarkan mereka dari cengkeraman pengangguran dan kemiskinan, tahun 2021 merupakan kondisi yang terburuk bagi penduduk Gaza, sejak pemberlakuan blokade Israel.

Dalam sebuah laporan yang meninjau realitas pekerja selama tahun 2021, Serikat Pekerja memperingatkan bencana dan kemerosotan situasi kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor ini, yang menggambarkan situasi kemanusiaan berada “di piring panas" yang tidak bisa ditunda-tunda lagi dalam menyelamatkan nyawa manusia dengan perkembangan pembicaraan politik.

Ketua Serikat Pekerja Gaza, Sami Al-Amsi, mengatakan bahwa tahun 2021 “telah menjadi bencana,” dia menjelaskan bahwa “sepanjang tahun, ribuan pekerja diberhentikan dari pekerjaan mereka, kondisi hidup mereka memburuk, dan mereka membayar harga untuk kebijakan penjajah Israel dalam memerangi segmen pekerja yang merupakan pilar utama dalam konstruksi ekonomi Palestina.”

Al-Amsi menggambarkan tahun 2021 sebagai “tahun terburuk” bagi pekerja sejak pengepungan Israel diberlakukan di Jalur Gaza, di mana pengangguran di kalangan pekerja mencapai sekitar 55%, dan jumlah pengangguran melebihi sekitar 250 ribu pekerja, sedangkan kemiskinan di antara mereka mencapai sekitar 80%. .

Agresi israel

Laporan tersebut menjelaskan bahwa perang Israel baru-baru ini di Gaza dianggap sebagai bencana kemanusiaan, hal itu untuk  “menyelesaikan trinitas penderitaan dan Bencana terhadap para pekerja Palestina, dengan menembakkan peluru belas kasih pada harapan para pekerja untuk meningkatkan kehidupan mereka dan menciptakan cakrawala baru untuk kehidupan mereka yang lebih baik. .”

Pernyataan serikat pekerja menunjukkan bahwa agresi ini menyebabkan hancurnya 50 pabrik, dan berdampak kepada 20.000 pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung dan  5.000 pekerja terpaksa di PHK.

Dia juga menegaskan bahwa pada sektor angkutan umum, terdapat 20.000 pengemudi, mengalami kerugian besar akibat berlanjutnya krisis antara pengepungan, perang, dan krisis pandemi “Corona”.

Balum lagi ketidakteraturan arus listrik berdampak pada  3.000 pekerja  pemintalan dan tenun, sedangkan sektor pariwisata yang mempekerjakan 5.000 pekerja mengalami kemunduran dan kerugian besar akibat krisis ekonomi yang berturut-turut, sementara di sektor konstruksi dan bangunan masih mengalami kelumpuhan total yang menyebabkan hilangnya 30.000 pekerja.

Sektor pertanian

Di sektor pertanian, yang menampung sekitar 40.000 petani, yang merupakan salah satu pilar perekonomian Palestina. 

laporan tersebut menunjukkan bahwa Penjajah Israel menempatkannya pada "mikroskop penargetan" pada periode yang berbeda dalam setahun, dengan meratakan tanah, menyemprotkan pestisida beracun dan membuka  bendungan-bendungan Irigasi, mereka juga mengebom lahan pertanian dan setiap harinya mereka  menembaki para petani yang sedang bekerja di ladangnya. 

Perserikatan pekerja menjelaskan bahwa pembukaan bendungan dan saluran irigasi yang dilakukan oleh penjajah Israel, menyebabkan banjir dan menenggelamkan 600 dunam di  timur Gaza, dan 100 dunam di timur Beit Hanoun. 

Sektor pertanian, selama agresi Israel terakhir pada Mei 2021, menyebabkan kerugian yang sangat besar sekitar 204 juta dolar AS, belum lagi  kerugian 20 juta dolar akibat dari penutupan Jalur Penyeberangan dan penutupan di bidang exsport, selama lebih dari 50 hari berturut-turut.

Disebutkan bahwa petani, Muhammad Ammar, 41, menjadi syahid setelah pasukan Penjajah menembaknya saat dia sedang berburu burung di timur kamp pengungsi Al-Bureij pada 30 September yang lalu, disamping itu juga banyak para Petani yang mati Syahid selama agresi Israel baru-baru ini.

Sektor perikanan

Al-Amsi menunjukkan bahwa penderitaan sektor perikanan tidak lepas dari penderitaan yang dialami oleh pendahulunya, karena penjajah Israel melakukan kejahatan kejinya pada 7 Maret yang lalu, dan menargetkan kapal milik keluarga al-Lahham, yang menyebabkan kematian tiga nelayan di lepas pantai, pantai selatan Jalur Gaza, setelah mereka menjadi sasaran drone dan sasaran penembakan dalam kejahatan keji yang mereka (para penjajah ) lakukan pada saat operasi di pesawat tempurnya, yang mana tujuan mereka adalah meneror dan membuat para nelayan trauma, serta untuk mengusir para nelayan Palestina dari Laut Gaza.

Laporan Syndicate juga memantau lebih dari 200 pelanggaran Israel terhadap sekitar 4 ribu nelayan selama tahun 2021, dari penembakan harian, pengejaran nelayan di laut, penyitaan dan penghancuran perahu dan jaring mereka, larangan menangkap ikan di daerah yang diizinkan berburu, penutupan laut, pencegahan masuknya  bahan-bahan yang diperlukan dan lain sebagainya. 

menghadapi kebijakan pengepungan dan pelarangan, sekitar 95% mesin kapal nelayan menjadi tidak layak pakai, mengingat larangan Impor mesin sejak tahun 2006.

Sektor perikanan sendiri sangat membutuhkan sekitar 300 mesin kapal Nelayan. 

Ada banyak kasus akibat dari kerusakan mesin, salah satunya terbaliknya perahu dan kematian para nelayan, seperti yang terjadi dengan Nelayan Mohamed Nabil Musleh, yang tenggelam di laut September lalu.

Contoh lain,  selama tahun ini pihak berwenang Mesir membebaskan 7 nelayan, dan masih menangkap dua lainnya.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa kenyataan ini membuat pekerja rentan terhadap eksploitasi yang melanggar Undang-Undang Perburuhan Palestina. ada sekitar 70.000 pekerja berupah di Jalur Gaza, (mewakili sekitar 81% dari total pekerja berupah di sektor swasta di Jalur Gaza) dengan gaji bulanan sebesar 662 shekel Israel, atau dengan Rupiah Sekitar 3 Jt an.

Al Amsi, juga menyebutkan sebuah Ungkapan yang menyatakan bahwa, dengan memperkerjakan 30 RB pekerja ke Israel, dapat mengurangi 10% jumlah pengangguran di Gaza.

Sumber : https://www.alquds.co.uk/

#AlqudsVolunteerIndonesia#
Salurkan Donasi Anda Melalui :
Bank Syariah Indonesia
 722 222 3347 
(Ex. BSM kode Bank 451)
Atas Nama: Yayasan Alquds Volunteer Indonesia
Konfirmasi call/WA 081220132017
-------------------------------
 Web AVI.or.id 
 Email [email protected]
FB/IG/twitter alquds_volunteer