Tujuh Ratus Pekerja Palestina Mendapatkan Vaksinasi Sebagai Langkah Uji Coba

Bagikan Ke :

Link disalin

Sekitar 700 pekerja Palestina telah divaksinasi pada kamis, 4 Maret 2021 sebagai bagian dari program percontohan di pos pemeriksaan Sha'ar Efraim, yang terletak diantara Tepi Barat dan Israel, ungkap Kementerian Kesehatan.

Kementerian mengatakan program vaksinasi penuh untuk sekitar 120.000 warga Palestina yang secara resmi bekerja di Israel dan di permukiman Tepi Barat akan dimulai pada hari Minggu, di Sha'ar Efraim dan tujuh pos pemeriksaan lainnya, serta empat zona industri permukiman.

Sekitar 87.000 orang Palestina memegang izin kerja di Israel, dan 35.000 pekerjaan tambahan di permukiman Israel.

Dua belas kompleks vaksinasi khusus pada awalnya akan disiapkan. Pekerja Palestina akan memenuhi syarat untuk menerima vaksinasi sesuai jadwal dan wajib menunjukkan izin kerja yang sah.

Pemberian dosis pertama dari vaksin sebanyak dua suntikan akan dilakukan dalam dua minggu, kata COGAT, dengan lokasi vaksinasi tersebut kemudian dibuka selama dua minggu.

Sementara itu, Israel telah melonjak maju dalam memvaksinasi populasinya lebih dari setengah dari semua orang Israel telah menerima setidaknya satu dosis suntikan virus korona. Otoritas Palestina mengharapkan untuk memulai kampanye vaksinasi publiknya pada awal Maret dengan kedatangan pengiriman besar vaksin AstraZeneca.

pekerja palestina di vaksin

Berdasarkan Informasi Israel pernah mendapat kecaman karena tidak memvaksinasi warga Palestina, banyak dari mereka hidup di bawah kekuasaan militer Israel. Kelompok hak asasi manusia menuduh bahwa hukum internasional mengharuskan Israel untuk menyediakan vaksin bagi warga Palestina.

Tetapi banyak pejabat kesehatan juga berulang kali mengatakan untuk membantu warga Palestina mendapatkan vaksin. Terutama warga Palestina yang bekerja di Israel adalah prioritas kesehatan masyarakat.

“Pesannya sangat sederhana, kami sama-sama merasakan pandemi. Sebisa kami, kami harus membantu mereka mengatasi masalah ini, ”ungkap mantan direktur jenderal Kementerian Kesehatan, Moshe Bar Siman-Tov kepada The Times of Israel.

Sejak awal Februari, jumlah kasus aktif di Tepi Barat meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 13.000. Menanggapi peningkatan kasus yang mencolok, Pemerintahan Palestina telah memberlakukan lockdown di sebagian wilayah Tepi Barat, termasuk menutup sekolah dan aktivitas keramaian.