Serangan Israel yang membabi buat ke daerah Gaza mengakibatkan kawasan ini kini terancam krisis pangan. Banyak peternakan dan area pertanian di Gaza hancur akibat dibombardir roket-roket Israel.

Akibatnya, jumlah pasokan menurun dan harga bahan pangan terus melambung.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan, banyak petani dan peternak di Gaza terpaksa meninggalkan tanaman dan hewan ternak mereka. Ini melumpuhkan aktivitas pertanian dan perikanan, serta mengakibatkan produksi pangan lokal terhenti.

Hingga saat ini, operasi militer yang terus berlangsung mengakibatkan sulitnya penghitungan rinci kerusakan pertanian. FAO memperkirakan, lebih dari setengah persediaan unggas di Gaza telah hilang, sementara hasil tangkapan ikan para nelayan turun hingga 9,5 persen.

Sekitar 700 sapi tewas di ladang bagian timur kota Gaza. Ini mengakibatkan kerugian sekitar 700 ribu dolar AS. Sekarang tidak ada pabrik yg memasok susu sapi, dan tidak ada pula sapi yang tertinggal.

Sehari-hari Umm Ghazi biasanya pergi ke pasar di pusat kota Rafah, di Jalur Gaza Selatan untuk membeli sayuran, saat ini tidak ada lagi sayur yang bisa dibawa pulang.

Bukan hanya produksinya yang buruk, harganya juga tidak terjangkau. FAO melaporkan, di beberapa bagian Jalur Gaza, harga telur telah mengalami kenaikan sebesar 60 persen. Harga kentang naik 62 persen dan tomat naik hingga 180 persen.

Pelanggan mengatakan, ukuran telur yang tersedia saat ini lebih kecil dibanding sebelumnya. Para peternak ayam telah kehilangan sebagian besar ternak mereka.

Saudara kita di Gaza mengalami kelaparan

Di jumat yang berkah ini mari kita berikan mereka hadiah paket sembako untuk menyambung kehidupan mereka

Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membantu Palestina. Jangan biarkan para mujahid kelaparan

Kirimkan bantuan sembako untuk Palestina
💳 Rekening BSM 722 222 3347
🇵🇸 A.n Al Quds Volunteer Indonesia
📲 Konfirmasi 0812 2013 2017

Leave a Comment